MENIKMATI PROSES

September 5, 2009

Menikmati Proses

Sebenarnya yang harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses. Mengapa? Karena yang bernilai dalam hidup ini ternyata adalah proses dan bukan hasil. Kalau hasil itu Allah SWT yang menetapkan. Kita hanya punya dua kewajiban, yaitu menjaga setiap niat dari apapun yang kita lakukan dan selalu berusaha menyempurnakan ikhtiar yang dilakukan, selebihnya terserah Allah SWT.

Seperti para mujahidin yang berjuang membela bangsa dan agamanya, sebetulnya bukan kemenangan yang terpenting bagi mereka karena menang kalah itu akan selalu digilir kepada siapapun. Tapi yang paling penting baginya adalah bagaimana selama berjuang itu niatnya benar karena Allah dan selama berjuang itu akhlaknya juga tetap terjaga. Tidak akan rugi orang yang mampu berbuat seperti ini sebab ketika dapat mengalahkan lawan berarti dapat pahala, kalaupun terbunuh berarti bisa jadi syuhada.

Ketika berjualan dalam rangka mencari nafkah untuk keluarga, maka masalah yang terpenting bagi kita bukanlah uang dari jualan itu, karena uang itu ada jalurnya, ada rezekinya dari Allah SWT dan semua pasti mendapatkannya. Karena kalau kita mengukur kesuksesan itu dari untung yang didapat, maka akan gampang sekali bagi Allah SWT untuk memusnahkan untung yang didapat hanya dalam waktu sekejap.

Dibuat musibah menimpanya, dikenai bencana, hingga akhirnya semua untung yang dicari berpuluh-puluh tahun bisa sirna seketika. Walhasil yang terpenting dari bisnis dan ikhtiar yang dilakukan adalah prosesnya. Misal, bagaimana selama berjualan itu kita selalu menjaga niat agar tidak pernah ada satu miligram pun hak orang lain yang terambil oleh kita, bagaimana ketika berjualan itu kita tampil penuh keramahan dan penuh kemuliaan akhlak, bagaimana ketika sedang bisnis benar-benar dijaga kejujuran kita, tepat waktu, janji-janji kita penuhi.

Keuntungan saat berproses dalam mencari nafkah adalah dengan menjaga nilai-nilai perilaku kita. Uang bukanlah hal yang harus selalu dipikirkan, karena Allah Mahatahu kebutuhan kita, lebih tahu dari kita sendiri. Kita sama sekali tidak akan terangkat oleh keuntungan yang kita dapatkan, tapi kita akan terangkat oleh proses mulia yang kita jalani. Hal ini perlu dicamkan baik-baik oleh siapa pun bahwa yang termahal dari kita adalah nilai-nilai yang selalu kita jaga dalam proses.

Termasuk ketika kuliah bagi para pelajar, kalau kuliah hanya menikmati hasil ataupun hanya ingin gelar, bagaimana kalau meninggal sebelum diwisuda? Apalagi kita tidak tahu kapan meninggal. Karena itu, hal terpenting dari perkuliahan adalah selalu bertanya pada diri, mau apa dengan kuliah ini? Apakah sekadar untuk mencari isi perut? Bukankah Imam Ali ra pernah mengatakan, ”Orang yang pikirannya hanya pada isi perut, maka derajat dia tidak akan jauh beda dengan yang keluar dari perutnya.

” Kalau hanya ingin cari uang, hanya tok uang, maka asal tahu saja penjahat juga pikirannya hanya uang. Bagi kita kuliah adalah suatu ikhtiar agar nilai kemanfaatan hidup kita meningkat. Kita menuntut ilmu supaya tambah luas ilmu hingga akhirnya hidup kita bisa lebih meningkat manfaatnya. Ikhtiar dalam meningkatkan kemampuan salah satu tujuannya adalah agar dapat memberi manfaat bagi orang lain. Kita cari nafkah sebanyak mungkin supaya bisa menyejahterakan orang lain.

Dalam mencari rezeki ada dua perkara yang perlu selalu kita jaga, ketika sedang mencari kita sangat jaga nilai-nilainya, dan ketika mendapatkannya kita distribusikan sebanyak-banyaknya. Inilah yang terpenting. Dalam melakukan hal apapun, bertanyalah selalu, untuk apa kita melakukan semua itu. Saat melamar seseorang, kita harus siap menerima kenyataan bahwa yang dilamar itu belum tentu jodoh kita. Mungkin kita sudah datang ke calon mertua, sudah bicara baik-baik, sudah menentukan tanggal, tiba-tiba menjelang pernikahan ternyata ia mengundurkan diri atau akan menikah dengan yang lain.

Sakit hati adalah sesuatu yang wajar dan manusiawi, tapi ingat bahwa kita tidak pernah rugi kalau niatnya dan caranya sudah benar. Mungkin Allah SWT telah menyiapkan calon lain yang lebih cocok bagi kita.Allah SWT sangat tahu kapasitas keimanan dan keilmuan kita. Oleh sebab itu, sekali lagi jangan terpukau oleh hasil. Hasil yang baik menurut kita belum tentu baik menurut perhitungan Allah SWT. Jika kualifikasi mental kita hanya uang lima puluh juta, maka uang satu milyar bisa menjadi musibah bagi kita. Datangnya rezeki akan efektif kalau keilmuan dan keimanan kita mantap.

Kalau tidak, datangnya uang, gelar, pangkat, atau kedudukan yang tidak dibarengi kualitas pribadi yang bermutu sama dengan datangnya musibah. Ada orang yang hina gara-gara dia punya kedudukan, karena kedudukannya tidak dibarengi dengan kemampuan mental yang baik. Sahabat, selalulah kita menikmati proses. Seperti saat seorang ibu membuat kue lebaran, ternyata kue lebaran yang sangat enak itu telah melewati proses yang begitu panjang dan lama.

Mulai dari mencari bahan, memilah-milahnya, menyediakan peralatan yang pas, hingga memadukannya dengan takaran yang tepat. Begitu pula ketika ibu-ibu punya anak, lihatlah prosesnya. Hamilnya sembilan bulan, sungguh begitu berat, tidur susah, berdiri juga berat, masya Allah. Kemudian saat melahirkannya pun sakit setengah mati. Padahal setelah si anak lahir belum tentu balas budi.

Bayangkanlah kalau semua proses tersebut tidak disertai keikhlasan, apa yang kita dapatkan?


PENTINGNYA TAUHID

Maret 18, 2009

KEUTAMAAN AKIDAH TAUHID

عن عبادة بن الصامت – رضي الله عنه – قال : قال رسول الله r :

« من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأن محمداً عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه، والجنة حق والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل ».

Dari Ubadah bin Ash-Shomit semoga Allah meridhoinya ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Barangsiapa yang bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak diibadati dengan hak melainkan Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan bahwasanya Muhamad itu adalah hamba dan Rasul-Nya, bahwasanya Isa adalah hamba Allah dan rasul-Nya dan kalimat-Nya yang ditiupkannya kepada Maryam dan ruh dari-Nya, dan surga serta neraka adalah hak, Allah akan memasukkan dia ke surga sesuai dengan amalannya”. (diriwayatkan oleh Al-Bukhari kitabul anbiya’ no. 3435, dan Muslim kitabul iman no. 46, 47, dan Ahmad 5/314).

MAKNA HADITS

Hadits ini mencakup lima perkara barangsiapa yang beriman dengan semuanya dan mengamalkan kandungannya zhohir dan batin masuk surga.

Pertama : sabda beliau shollallahu ‘alaihi wa sallama, “Barangsiapa yang bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak diibadati dengan hak melainkan Allah Ta’ala semata tidak ada sekutu bagi-Nya”.

Maksudnya, ia beriman kepada Allah dengan benar dan meyakini. Mengakui ke esaan Allah Ta’ala dan berlepas diri dari mengibadati selain-Nya dan mengamalkan kandungan-kandungan kesaksiannya tersebut dengan mengikuti perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya perkataan maupun perbuatan.

Kedua : syahadat bahwasanya Muhamad itu rasul (utusan) Allah shollallahu ‘alaihi wa sallama. Maksudnya barangsiapa yang meyakini dengan keyakinan yang pasti tidak ada keraguan padanya bahwasanya Muhamad itu Rasulullah yang diutus kepada jin dan manusia dengan risalah yang sempurna. Bahwasanya dia adalah penutup para nabi, dan risalahnya adalah penutup seluruh risalah. Mengimani bahwasanya ia adalah salah seorang hamba-hamba Allah yang dimuliakan Allah dengan mengembang risalah-Nya kepada seluruh alam, membenarkan apa yang yang diberitakannya dan menaati perintah-perintahnya serta menjauihi apa yang dilarangnya.

Ketiga : meyakini bahwasanya Isa ‘alaihi wa sallama salah satu hamba dan rasul Allah. Bahwasanya dia bukan anak zina sebagaimana tuduhan yahudi. Dan ia bukan Allah bukan pula anak Allah bukan pula satu dari yang tiga sebagaimana anggapan nasrani. Akan tetapi dia adalah salah satu hamba Allah yang Allah utus kepada Bani Israil yang mengajak mereka untuk beribadah kepada Allah semata.

Allah telah menciptakan Isa dengan kalimat (Kun) yang menunjukkan atas takwin, bahwasanya dia adalah salah satu dari ruh yang diciptakan Allah,

خلقها الله ] إن مثل عيسى عند الله كمثل آدم خلقه من تراب ثم قال له كن فيكون [.

“Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah adalah seperti Adam, Ia menciptakannya dari tanah kemudian ia berkata kepada-Nya, “Jadilah” maka ia pun jadi”.

Ke empat : bahwasanya surga itu adalah hak. Maksudnya meyakini bahwasanya surga yang telah disiapkan Allah untuk orang-orang yang ta’at dari hamba-hamba-Nya telah ada dan benar wujudnya tidak ada keraguan padanya. Dan bahwasanya ia adalah tempat terakhir yang kekal bagi orang-orang beriman dan mengikuti rasul-rasul-Nya.

Kelima : bahwasanya neraka adala hak. Maksudnya meyakini bahwasanya neraka yang dijanjikan Allah sebagai tempar orang-orang kafir dan munafik benar-benar ada tidak ada keraguan darinya telah disiapkan oleh Allah untuk orang yang kafir kepada-Nya, mengingkari dan menentang-Nya.

Lima perkara ini barangsiapa yang membenarkannya, beriman kepadanya dan mengamalkan tuntutan-tuntutannya, Allah masukkan dia ke surga sekalipun ia lalai dan memiliki dosa. Hal itu disebabkan tauhid dan keikhlasannya dalam beribadah kepada Allah semata.

KESIMPULAN HADITS :

1. Keutamaan mentauhidkan Allah, dan bahwasanya Allah mengampuni dosa-dosa dengannya.

2. Luasnya anugerah Allah dan Rahmah-Nya kepada hamba-hamba-Nya.

3. Kebenaran para Nabi dan apa yang dibawanya, khususnya para Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama tanpa mengurangi hak-hak mereka dan tidak pula me lampui batas.

4. Bahwasanya pelaku-pelaku maksiat dari orang-orang yang bertauhid tidak kekal di dalam neraka.

5. Ke wajiban beriman kepada surga dan neraka.

(Mudzakkirotul Hadits An-Nabawy fil Akidah wal It-Tiba’ (hal. 10-13 dengan diringkas) Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholi)

Category: Akidah | Leave a Comment


IKHLAS

Februari 27, 2009
Hakikat Ikhlas Jumat, 23 Januari 2009, 07:14:50 by Rodja 756am

Tema : Hakikat Ikhlas

Pemateri : Ustadz Maududi Abdullah

Dalam kajian berikut dibahas bagaimana ikhlas yang sesuai dengan yang diajarkan oleh Allah dan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.

Allah berfirman dalam Surah Al Bayyinah ayat ke 5 :

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Dalam islam terdapat dua fondasi utama yaitu ikhlas dan mengikuti Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam,oleh karena itulah ikhlas sangat penting, maka wajib bagi kita untuk memahami makna ikhlas sebenarnya. Untuk selengkapnya silahkan dengarkan kajian berikut ini, semoga bermanfaat bagi kita semupemandangan


HATI BERPENYAKIT???

Desember 14, 2008

Hati Berpenyakit, Apakah Gerangan Obatnya?

Oleh Ustadz Abu Ammar M.W.

Urgensi dan Kedudukan Hati Bagi Seorang Muslim
Sesungguhnya topik yang berkaitan dengan hati merupakan perkara yang sangat penting, dinamakan hati (al-qolbu) karena proses perubahannya yang sedemikian cepat. Rosululloh bersabda:
إِنَّمَا سُمِّيَ الْقَلْبُ مِنْ تَقَلُّبِهِ.
“Dinamakan hati (al-qolbu) karena cepatnya berubah.” (HR. Ahmad)

Di tempat yang lain Rosululloh bersabda:
مَثَلُ الْقَلْبِ كَمَثَلِ رِيْشَةٍ بِأَرْضٍ فَلَاةٍ تَقْلِبُهَا الرِّيْحُ ظَهْرَا لْبَاطِنِ.
“Perumpamaan hati adalah seperti sebuah bulu di tanah lapang yang diubah oleh hembusan angin dalam keadaan terbalik.” (HR. Ibnu Abi Ashim)

Sungguhpun begitu, Alloh Maha Besar, Dia mampu mengubah dan menguasai hati-hati manusia sebagaimana sabda Rosululloh :
إِنَّ قُلُوْبَ بَنِيْ آدَمَ كُلُّهَا بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمٰنِ لِقَلْبٍ وَاحِدٍ يَصْرِفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ.
“Sesungguhnya hati-hati anak Adam berada di antara dua jari-jari Alloh layaknya satu hati, Dia mengubah menurut kehendak-Nya.” (HR. Muslim)

Kemudian Rosululloh melanjutkan sabda beliau:
اَللّٰهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ.
“Ya Alloh, Dzat yang membolak-balikkan hati, condongkanlah hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.” (HR. Muslim)

Bahwa keselamatan dan kesengsaraan hamba, keberhasilan atau kegagalannya bahkan masuknya ke dalam surga atau neraka, berhubungan erat dengan baik atau tidaknya hati, sehat atau sakitnya hati,

Betapa sulitnya menjaga kesucian dan kesehatan Hati yang Suci, karena itu perlulah kiranya kita menkaji ilmu yang berkaitan dengan hati,seperti sebuah buku yang dikarang oleh IBNUL QOYYIM yang berjudul “MANAJEMEN QOLBU”;yang di sajikan secara rinci bagai mana memiliki hati yang bersih dan selamat dari tipu muslihat setan yang selaluj mengintai kita,di lengkapi juga bagaimana trik-trik setan dalm menggoda manusia..ikan2hati

dalam hal ini Alloh berfirman:

Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS. asy-Syams [91]: 9–10)